Puncak Argopiloso

Oke... lumayan nih nggak ngepost lagi. Hehehe.. :D Eh iya, liburan kenaikan kelas kemarin aku sempet muncak di Argopiloso, Muria dengan temen-temen PARESMAPA. Angkatan 24 (Aku, Nadya, Nabila, Yana, Sri H, Ajib, Angga, Danny, Aldo, Elfa), alumni ( Mbk Dinda, Mas Fuad, Mas Idi, Mas Zen) tanggal 6-7 Juli 2013. Seruuuuu banget, meskipun yaa tau lah kalian. Perjalanannya lumayan lama dan jalurnya lumayan berat. Tapi eh tapi... kami nggak gampang nyerah lho.
Kami kumpul dulu di Stadion Joyo Kusumo Pati kemudian berangkat bareng-bareng menuju tempat persinggahan sementara yaitu Air Tiga Rasa. Disana kami beristirahat sambil melepas lelah. Makan, minum ngbrol kami lakukan di sana. Sepakat perjalanan muncak ke atas pukul 01.00(pagi). Sambil menunggu pendakian kami beristirahat beralaskan matras atau sekedar ponco. Dengan penuh kebersamaan, kami beristirahat. Pukul 01.00 kami siap-siap melakukan pendakian dan diawali dengan doa bersama.
Kira-kira 5 jam kami melakukan pendakian dengan penuh semangat dan rasa kebersamaan. Meskipun medan yang kami lalui cukup berat dan menantang. Sampai-sampai kami harus melewati 2 buah pohon besar dan harus memanjat. Bayangkan.. betapa susahnya buat mencapai puncak. Hahaaaa... :D Yaaa... sesekali istirahat melepas lelah, minum dsb. Dan kalian tahu.... waktu kami sampai puncak...... Subhanallah banget. Pemandangannya indahhhhh banget, puncak-puncak gunung lain terlihat dengan amat jelas. Langit yang sangat indah mengobati rasa lelah kami.  Nggak nyesel deh muncak kesitu. Hihihiii :3
Perjalanan turunnya juga lumayan ekstrim lho, kira-kira 3 jam buat sampai Air Tiga Rasa lagi.
Untuk memperjelasnya, aku kasih nih foto-fotonya.. selamat menikamati :)
















Waktu mencoba Air Tiga Rasa

Aldo,Yana, Angga, Elfa, Danny

Elfa, Yana, Sri H, Danny, Ajib, Nadya, Aku, Nabila

Di ATR

Gak Jelas

Sesuatu Banget

Coker24 Kurang kerjaan

Pemandangan di pagi hari waktu perjalanan muncak

Suatu kebanggaan memegang bendera PARESMAPA di puncak argopiloso

Nadya, Nabila, Aku

Danny, Ajib, Sri H, Aldo

Ajib, Aku, Nadya

Sebuah Pandangan

Hai... apa kabar kalian? Pasti baik-baik saja kan? Alhamdulillah deh :3 turut senang.
Oke, kali ini gue bakalan mosting karya gue yang sebenernya nggak bagus-bagus amat sih. Mihiihi... tapi yaa... lumayan lah buat bahan bacaan. Wkwkwk
Sebenernya gue buat ini udah lama sih.. tapi baru sempet gue post sekarang, ya maklumlah jarang ngeblog.. kan orang sibuk *alibi*.  Gue buat ini sebenernya mau tak buat prolog di novel gue yang rencananya mau tak kasihin ke titttttttt *smonespecial* tapi gak tau siapa. haha :p.Ini masih ada kelanjutannya sebenernya.  Tapi... tiba-tiba macet ditengah jalan. Yaudah deh, mentok sampai kehidupan aja. Hehe.. padahal ini saling berkaitan lho sebenernya..
Daripada basabasi mending langsung dibaca aja J selamat menikmati J maaf kalau kurang bagus :D


JCINTA
Indah, tapi tak selalu mengindahkan
Tenang, tapi tak selalu menenangkan
Sakit, karena terkadang menyakitkan
Bohong, karena terkadang penuh kebohongan
Apa yang tersirat dipikiramu jika mendengar kata “CINTA”?
Romantis? Damai? Keren? Suci? Suka?
Ah... bullshit!
Sejatinya, apa yang kamu pikirkan belum tentu searah dengan realitanya.
Mudah untuk mendiskribsikan tentang cinta, namun sangat sulit untuk mencernanya
Mudah untuk mengucap kata cinta, namun sangat sulit untuk benar-benar memahaminya
Cinta...
Bukan permainan ataupun sebuah eksperimen
Mungkin, tidak ada maksud untuk mempermainkannya.
Namun apabila apa yang terjadi bertolak belakang mau gimana lagi?
Entah mungkin sikap maupun lisan yang salah kita tidak tahu.
Yang jelas, semua dari hati..

JHATI
Tidak pernah terlihat namun mempercayainya bahwa ia ada.
Alat terbaik sebagai perasa
Temporary, tidak tentu, sulit dipahami
Antara salah dan benar itu beda tipis
Ia merasakannya namun terkadang sulit membedakannya
Padahal, jika mau ditelusuri.. pembeda itu ada pada dirinya sendiri
Mengapa pembeda itu sulit ditemukan dan tidak terpakai?
Entahlah..
Mungkin sikon membuatnya nervous atau semacam amnesia
Tak bisa berfikir dan hanya hati yang mampu menuntunnya
Namun itu bukanlah mudah, apalagi dalam sebuah kehidupan

JKEHIDUPAN
Bicara tentang kehidupan..
Um... aneh .. ya, aneh
Menelaah sebuah intisari kehidupan
Yang ada hanya sedih senang kecewa bahagia marah diam
Ya, siklus statis yang sudah terpatenkan
Memang benar, kesedihan dan kebahagiaan itu datangnya satu paket
Datang dan pergi sesukanya tanpa memikirkan sang hati
Tidak ada yang bisa mengatur jalannya kehidupan kecuali Yang Maha Kuasa
Kodrat manusia hanyalah sebagai peraga atau bisa disebut sebagai alat
Merasakan apa yang Tuhan kehendaki
Tidak bisa menolak ataupun mengelak
Bahwa sejatinya manusia itu tidak tahu apa-apa
Alam lah yang mengajari dan menuntun mereka


UNTITLED


Haii para blogger , lama nih nggak mosting lagi hehehe :3. Maklumlah orang sibuk banyak tugas, acara kesana kemari, wkwkw *soksibuk*. Oke kali ini gue mau ngasih tau kalian semua tentang sekelompok ...... eitss bukan sekelompok penjahat apalagi hantu lho ya :-D. Gue mau nyeritain tentang sekelompok anak hebat, pinter, baikhati, tidak sombong , penyayang, pokoknya yang baikbaik deh (aamiin) haha. Mereka itu teman terbaik, terheboh, terkompak, terfreak, tergokil pokonya semua ter deh *lhoh. Mereka adalah jrengjengggjeennnnggg........yap! betul banget! Lhoh belum ya?? Hehehe... gue kasih tau deh, mereka adalah “SPECTER” eitssss jangan berfikir yang enggak” lho ya, mereka itu anak PARESMAPA angkatan XXIV atau bisa disebut SPECTER lah xixixi :-D. Mereka berjumlah 22 orang, dari berbagai macam sukubangsa dan negara *lhoh. Gue sendiri SPECTER 16 lhoo (promosi dikit boleh lah yaa). Duh... kalau bicara tentang mereka jadi pengen nangis *tisumanatisu* :’(. Tau nggak kenapa? Nggak tau kan ? pasti pada pengen tau. Iyakan? Pasti pengen tau ? iya ajadeh *gaje*. Gue pengen nangis karena keinget pengorbanan bersama mereka untuk masuk jadi anggota PARESMAPA. Berat banget... ciyus deh :3 nggak gampang lho buat masuk ke keluarga besar PARESMAPA. Melewati beberapa tahap yang .. yaaaaa begitulah, namun kalian tau nggak? Kebersamaannya ituloh yang bikin adem ayem.. duh... pokoknya nggak salah deh udah gabung sama orang” hebat di PARESMAPA. Oke kita kembali ketopik awal. Apa yaa?? Tuh kan lupaa.. keasikan cerita sih.. hehe, yap! SPECTER punya CEKER dan COKER lho... tau nggak apa itu??? Bukan kaki ayam lhoyaa buehehehe. CEKER itu CEwek KERen dan COKER itu Cowok KERen muihihihi. Gue kenalin satu persatu deh tapi gue gamau ngoment tentang sifat mereka, takutnya nanti ada yang nggak terima trus ngambek *pegalaman*. Dari CEKER dulu yaa.. yang COKER gaboleh envy yaaaa :3
CEKER terdiri dari 8 orang, lebih sedikit dari COKER. Tapi gak apa” lah, yang penting cerewetnya nglebihin COKER hahahaha*peace*. Segerombol anak keren, cantik, pinter, baikhati tidak sombong tapi gak suka menabung *sotoy*. Mereka adalah.......jrengjeenggggggg yap! Devi Rahmawati Salma, Nabila Dewi Nuraini, Nadya Churin’ien Taufiq, Novita Arlika Rahmayanti. Nurul istiqomah Nafi’annisa, Nurul Ghoutsiyah Kuncorowati, Ririn Andriyani  dan yang terakhir... pasti tau lah yaa... siapa sih yang nggak tau cewek ini bwakakakaka *PD* dia itu..... Lina Fitri Dhamayanti. Ya! Gue sendiri ckckck. Oke, dari CEKER kita meluncur ke COKER. Sebenernya males ngenalin sih, soalnya orangnya nyebelin semua sih, hahaha *bercanda*. COKER itu ada 14 orang. Nah pas tuh kalo dibagi dua trus jadi boyband. Wkwkwk kan bisa nyaingin SM*SH xixixi. Sebenernya mereka nggak ganteng, keren pun enggak. Tapi nggak tau kenapa kalo ngelihat mereka itu bawaannya seneng mlulu. Tau nggak kenapa? Yaiyalah orang mereka itu lucu, aneh tapi berhati malaikat kok J Langsung ajadeh, mereka adalah Aldo Teguh Wardoyo, Angga Tri Himawan, Danny Widodo Uji Prakoso, Bagaskoro Cahyo Laksono, Eduardus Antoni Setyawan, Elfa Kurnia Pratama, Ginanjar Hamid W. Ghifar Cahya Agung, Raffi Maytriadhi, Setyo Aji Wibowo, Silvarian Ardi Prathama, Sri Yana Pradipda, Sri Hartanto Aji Sasongko, Wahyu Lintang Sumunar.duh... capek ya ngetik nama” mereka. Hahahaha :D Mereka itu cowok-cowok langka lho.... yakin deh, pasti gak ada di toko-toko lain *lhoh. Mereka itu baik sebenernya, lucu, imut*hoek*, penyayang sama cewek uuuu, rela berkorban dan tabah wkwkwkwk. Pokoknya the best deh buat CEKER dan CEKER. Sayang mereka banget ngetngetngetttt  :*
Ini beberapa foto dari CEKER dan COKER
PARA CEKER TAPI NGGAK ADA SALMA DAN RIRIN
*LDK25*

INI CAMPURAN BEBERAPA CEKER DAN COKER
*LDK25*

BEBERAPA CEKER DAN COKER
*pelantikan25*

habis pelantikan 25

DIKLAT II ANGKATAN XXIV
*the best moment, LENGKAP 22*

1st Anniversary angkatan XXIV
*rumahajib*






Siluet Di Ujung Senja



Ini adalah cerpen pertamaku,
Silahkan dinikmati :)

Hidup itu sulit ditebak, kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. Hidup ini dilengkapi dengan tantangan. Tantangan bagaikan tembok yang tinggi dimana ada dua kemungkinan, melewati dan bahkan merobohkannya atau berbalik arah dan kembali ke awal.
            Tak seperti biasanya, aku bangun lebih pagi. Setelah sholat Subuh aku beranjak keluar rumah melihat sunrise yang sangat indah. Ku tersenyum dan berkata “Semoga hari-hariku bersama mereka akan indah, seindah dirimu yang selalu menerangi di kala bintang tak menampakkan wajahnya.” Ya…. Hari ini adalah hari yang aku tunggu. Tiga hari kedepan akan ku jalani “ritual wajib” seorang calon anggota Pecinta Alam. Yang disekolahku biasa disebut PALAPA. Dengan penuh semangat aku bersiap-siap menata barang-barang yang dibutuhkan. Ransel berisi barang-barang tersebut yang beratnya kurang lebih 2/3 dari berat badanku, sudah siap untuk menemani hari-hariku disana.
Tiba-tiba HPku berdering dan layar HP bertuliskan Andre. Segera ku angkat telepon darinya.
“Assalamu’alaikum...”
“Wa’alaikumsalam...”
 “Selamat pagi mawar kecilku. Udah bangun ya? Kirain masih molor hehehe...”
“Ih... apa sih kelinci jelek! Kalau masih molor terus yang ngomong sama kamu ini siapa?”
“Mungkin aja adik atau bisa saja ibumu. Hehe .. bercanda”
“Huh... dasar kau ini. Gimana untuk hari ini? Udah siapkah ?”
“Siap dong... malahan aku tambah bersemangat, kan ada kamu...”
“Ihhhhhh apaan sih.. jangan ngegombal deh”
“Siapa juga yang ngegombal. Beneran kok, hidupku jadi bersemangat kalau ada kamu”
“Aku juga begitu. Eh keceplosan, haha. Oh iya, udah dulu ya. Aku mau siap-siap dulu. Sampai jumpa nanti kelinci jelek.. Assalamu’alaikum”
“Semangat....!!!!!! Wa’alaikumsalam”
Aku letakkan HPku dan senyum-senyum nggak jelas. Rasanya suara tadi membuat aku tambah bersemangat untuk nanti. Tak sabar aku berjumpa dia. Disiapkannya motor oleh kakek untuk mengantarkanku ke sekolah. Sebelumnya aku berpamitan dengan ayah dan ibu.
“Ayah, Ibu.. Dea pergi dulu.. doakan anakmu ini agar bisa kembali disini dalam keadaan sehat.” Air mata pun keluar membasahi pipiku.
 “Jagalah dirimu anakku, jangan lupa berdoa agar Tuhan selalu menjagamu. Ayah dan Ibu disini akan selalu berdoa untukmu.” kata Ibu sambil mengelus pundakku.
Hari ini aku diantar kakek, karena ayah ada acara. Walaupun sedikit kecewa namun tak apa lah, doa dan senyuman mereka sudah cukup menambah semangatku. Tiga puluh menit perjalanan akhirnya aku sampai di sekolah. Di dekat pintu gerbang sebelah kiri sudah ada panitia yang siap mendata. Aku pun memberikan surat pemberian izin yang telah ditandatangani Ayah dan uang transportasi sebesar lima belas ribu rupiah. Aku berjalan menuju lapangan belakang. Ternyata banyak teman-teman yang sudah datang. Aku berbagi senyuman kepada mereka.
 “Hai teman-teman, sudah siapkah kalian untuk menghadapi tantangan ? Semangat…Semangat…!” kataku sambil meletakkan ransel.
 Lika, temanku yang pandai bicara ini membalasku “Semangat dong... Kita harus kompak! Kita pasti bisa! Setuju teman-teman…. ?”
 “Ya… Semangat!!!!” Teriak teman-teman yang lain.
Aku menghampiri Andre yang sedang melamun duduk-duduk di gazebo.
“Woi... pagi-pagi udah melamun. Ntar kesambet lho” Sambil menepuk pundaknya.
“Sialan.. Ngagetin aja kamu, ntar kalau jantungku copot trus pingsan gimana? Mau nggendong aku?”
“Idih..... bilang aja mau digendong. Lagian kamu sih pagi-pagi udah nglamun. Mikirin apa sih? Mikirin aku ya? Udah... Ngaku aja nggak usah malu-malu.”
“Emang ya.. sahabatku yang satu ini suka kepedean. Tapi, iya juga sih. Aku cuma mikir apa yang akan kita lakukan nanti. Apakah mengesakankan atau menyebalkan? Hemmm.. sulit ditebak.”
“Pasti mengesankan. Yakin deh, kan kita bersama-sama.”
Andre tiba-tiba mengambil sebuah bros berbentuk bunga mawar berwarna merah dari dalam kantongnya.
“Ini untuk kamu. Jagalah bros ini seperti kamu menjaga persahabatan kita. Pakailah saat kamu merindukanku.”
Aku menerima bros itu dan tak sadar air mata menetes.
“Terimakasih sahabatku. Aku akan menjaga bros ini. Sampai kapanpun dan aku nggak akan nglupain kamu.”
 Tiba-tiba panitia berbaju biru menghampiri kami.
“Bawa barang-barang kalian, dan segera naik ke atas truk.” Ujar Kak Nifa.
 Kami berduapuluh dua orang calon angkatan 24 naik ke atas truk tak lupa barang bawaan kami.
“Buat para peserta  silahkan mata kalian tutup dengan slayer yang kalian bawa. Duduk hadap ke depan dan jangan tengak-tengok!” Intruksi salah satu panitia.
Satu jam berlalu, akhirnya kami sampai di lokasi Diklat di sebuah desa di kaki gunung. Aku membuka slayerku dan merasa tempat ini tak asing lagi. Karena saat Diklat I aku pernah kesini. Semua peserta turun dan membawa masing-masing barangnya. Aku berbaris dibelakang temanku.
 “Semuanya harap jongkok. Jalan jongkok ke arah sana” intruksi Kak Rahma sambil menunjukkan arah.
Aku dan teman-teman melakukan perintah, PALAPA JAYA…. PALAPA JAYA…. Kalimat itulah yang terlontarkan dari mulut para peserta. Sekuat tenaga kami kerahkan, semangat yang membara seakan tak kenal lelah. Jalan tanjakan kami lalui , jalan jongkok dan membawa ransel berat. Aku pun merasa letih. Beban yang ku sandang membuat berat kaki ini untuk melangkah. Pandangan terus lurus jauh ke depan. Tetap melangkah karena ada satu tujuan. Betapa berat pengorbanan hanya untuk menjadi seorang anggota PecintaAlam. Tiba di lapangan luas di depan sebuah Sekolah Dasar(SD) berdirilah beberapa panitia berbaju hitam bertuliskan “exterminator”.
“Duh.. perasaanku mulai tidak enak nih. Ya Tuhan kuatkanlah aku.” Aku bergumam pada diri sendiri.
 Acara pertama adalah pemeriksaan barang. “Turus” pun tergoreskan pada kertas yang aku kalungkan di leherku karena barang-barang yang aku bawa ada yang kurang. Berjuta ocehan serta omelan keluar dari mulut pedas para exterminator. Setelah itu aku berjalan menyusuri gunung, jalanan yang penuh dengan batu-batu cadas, kicauan burung dan suasana alam yang indah sedikit mengobati rasa lelahku. Gemercik air mulai terdengar.
“Sepertinya kita akan dibawa ke sungai deh Shil!” kataku sambil mendekati Shila.
“Wah jangan-jangan kita akan direndam bak cucian kotor? Ha..ha..ha..” Shila mulai melucu.
“Hush… ngawur!! Masa’ kita disamain cucian sih... Udah jangan suudzon dulu, ntar malah kejadian beneran.” Jawabku.
Shila hanya cengar cengir dan meneruskan perjalanan. Sampai di sebuah jembatan kami disuruh berhenti.
“Disini kalian akan mempraktekkan materi yang telah diajarkan saat latihan. Yaitu repling, prusik dan tali-temali. Silahkan kalian lakukan.”Intruksi Kak Gilang.
Aku hanya bisa menyelesaikan repling dari atas jembatan. Prusik dan tali-temali gagal. Sempat ku marah pada diri sendiri.
“Kenapa aku tiak bisa menyelesaikan semuanya. Padahal itu semua sudah diajarkan. Apakah aku masih pantas berada disini?”
Keraguan pun muncul dalam benakku. Aku ingin menangis tapi harus tetap kuat. Karena aku percaya bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya. Matahari sudah bersemayam di ufuk barat. Pertanda senja akan segera datang. Aku dan teman-teman segera kembali ke SD tadi. Ini waktunya isoma. Semua tampak sibuk dengan urusannya masing-masing. Memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk menghibur diri. Ada yang sekedar ganti baju, sholat atau masak untuk mengganjal perut yang sudah keroncongan sejak tadi siang. Aku dan Andre melakukan hal yang biasa kami lakukan dikala senja tiba. Yaitu menatap langit yang seperti kulit jeruk masak. Kami selalu membuat harapan sebelum bulan menampakkan wajahnya. Aku mulai mengatakan apa yang ada di benakku.
“Apakah kita akan tetap utuh? Aku sudah merasakan kebersamaan itu.”
Tepat disaat aku selesai mengucapkan kata terakhir, Andre melanjutkannya.
“Pasti kita akan tetap utuh, karena bersama kita bisa.”
Aku dan Andre saling berpandangan. Namun aku tak mampu menyembunyikan air mataku. Peluh itu terlanjur keluar dari kedua mataku. Andre sangat tidak suka jika aku menangis. Oleh karena itu aku melengkapinya dengan sebuah senyuman manis. Agar dia mengira bahwa airmata itu adalah airmata bahagia.
 Senja telah berganti malam. Sejenak aku menatap langit hitam. Ribuan pendar cahaya langit berusaha menepis kabut.
“Kamu nggak makan Ndre? Ntar sakit lho..”
“Kamu juga belum makan kan De? Kalau kamu makan aku baru mau makan. Hehehe “
“Uh.. emang ya sahabatku yang satu ini pinter ngeles. Yaudah ayo kesana ikut temen-temen masak bareng. Habis itu kita makan bareng-bareng biar seru.”
“Siap bosssssss!”
Kami ikut dalam keramaian memasak walau dengan bahan sederhana, hanya sebungkus mie instan. Kami makan dengan lahapnya. Suasana kekeluargaan itu terasa sekali. Canda tawa melengkapi indahnya malam ini walaupun wajah letih masih melekat di wajah kami. Rutinitas tiap hari dari diklat adalah evaluasi. Para peserta disuruh berkumpul ke tengah lapangan tanpa jacket atau penerangan. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 23.00. Malam semakin mencekam, udara dingin terus menyapa, menyambut beku siapa saja. Evaluasi malam ini sangat menegangkan. Bentakan exterminator dan alumni laksana harimau yang kelaparan 1 minggu.
“KAMI SIAP SANGGUP DAN MAMPU UNTUK MENJADI ANGGOTA PALAPA”
Janji itu berulang kali kami ucapkan ditengah malam yang beku dan keganasan panitia serta alumni. Tapi aku sadar, bahwa itu belum ada apa-apanya dibanding dengan kerasnya alam ini. Beginilah calon seorang Pecinta Alam. Bermodal OON(Otak,Otot,Nyali).
Hari pertama telah terlewati, hari kedua sudah menanti. Pagi ini matahari cukup bersahabat denganku. Pagi-pagi aku juga teman-temanku disuruh senam unik. Bergiliran maju kedepan untuk mempraktekkan gaya masing-masing. Jika senam tidak unik bagi exterminator,maka kami harus menerima hukuman. Push up, sit up, back up atau sekedar memungut dan membuang sampah. Setelah senam unik dan isoma, aku bersiap-siap untuk praktek navigasi darat(navdar). Aku satu kelompok dengan Kevin, Dama dan Shila. Mulai dari menentukan titik koordinat posisi kami, orientasi peta (orpet), orientasi medan(ormed) sampai berjalan menelusuri hutan hanya untuk mencari titik T. Tapi nasib berkata lain, alhasil omelan exterminator pun tumpah ruah. Semua kelompok gagal menemukan titik T. Siang berganti malam. Seperti malam-malam sebelumnya, acara malam ini adalah materi dan evaluasi. Benar-benar capek hari ini. Setelah semuanya selesai, aku segera naik ke atas gunung bersama teman yang lainnya untuk membuat bivak dan tidur.
Kicauan burung dan ayam jago milik warga sudah terdengar. Dan Sang Surya telah menampakkan keindahannya. Tidak terasa hari ini adalah hari terakhir Diklat II. Duduk-duduk di depan tenda aku berbincang-bincang dengan Andre.
“Hari ini hari terakhir. Aku sudah cukup senang dengan kekeluargaan ini. Kebersamaan itu tak akan pernah aku lupakan. Tapi aku ragu kita akan dilantik semua atau tidak. Kamu tahu kan, kita gagal melaksanakan tugas” Kata Andre sambil meneteskan airmata.
“Kamu yang mengajarkanku, menyemangatiku agar aku tidak menyerah. Kamu selalu meyakinkanku bahwa tak ada kata percuma. Tapi kenapa kamu kayak gini? Ayo dong kelinci jelek… Semangat!!! Bersama kita bisa !” Aku berusaha meyakinkan Andre.
“Makasih sahabat, kamu memang sahabat terbaikku. Walau kita baru kenal pertama masuk SMA. Tapi kamulah yang bisa membuat aku tersenyum. Menyemangati hari-hariku tanpa kenal lelah” Kata Andre.
“Itulah gunanya sahabat.” Aku tersenyum padanya.
“Kita beres-beres dulu yuk. Aku bantuin temenku bongkar tenda dulu ya. Keep smile my sweet rose.”
“Siap kapten..!”
Andre beranjak meninggalkanku dan segera membantu temannya untuk membongkar tenda. Aku juga bersiap-siap memasukkan peralatan yang telah kupakai tadi malam.
Kegiatan terakhir adalah SAR(Search And Rescue). Kami dibagi menjadi 2 kelompok. Aku satu kelompok dengan Kevin, Dama, Shila, Ardi, Ririn, Dita, Lika, Arfan, Raffi, Andre dan Edo yang menjadi ketua. Kami bertugas mencari korban bernama “Raden Kaindahan Mangane Sailele Silahooij”. Nama yang aneh.. Sebenarnya dia adalah senior yang berpura-pura menjadi korban.
Kami mencari sesuai dengan ciri-cirinya. Jatuh dari pesawat dan hilang selama tiga hari, phobia laut, ingin diperlakukan seperti artis, luka di kepala bagian bawah yang memungkinkan terjadi pendarahan, lumpuh. Menerjang pepohonan kopi, menaiki bukit yang terjal dan terus berteriak RADEN KAINDAHAN MANGANE SAILELE SILAHOOIJ. Aku dan kelompokku berjuang sekuat tenaga  berposisi trackline mencari korban. Saling membantu dan kompak adalah modal kami. Beberapa lama mencari, akhirnya kami menemukan korban tersebut. Dibawah pohon kopi dia terbaring lemah, kondisinya sangat memprihatinkan.
“Cepat obati… Dia terluka !!” Teriak Shila.
“Dit, kamu bantu Dea masak! Cowok-cowok tolong buat tandu!” Intruksi Edo yang  kelihatan panik.
Cuaca siang ini tidak bersahabat. Rintik hujan pun membasahi dedaunan.
“Korbannya kehujanan.. Dama, bantu aku membuat tenda! Ambil ponco sama talinya.” Kataku yang juga panik.
Namun, korban sudah meninggal.
“Kalian gagal Dek! Kalian pembunuh!”
Kata –kata sadis itu keluar dari mulut salah satu exterminator. Aku hanya bisa menghela nafas panjang. Menerima kenyataan bahwa kami semua gagal untuk ketiga kalinya. Kami segera menuju gubuk dengan perasaan tak karuan. Kami berbaris berdasarkan kelompok SAR.
“Pasti evaluasi lagi.” Batinku.
Kami dievaluasi habis-habisan, namun ada yang berbeda. Om Irwan malah menyuruh kami untuk membantah exterminator. Jelas aku bingung. Aku juga tidak berani memarahi para exterminator begitu pula teman yang lain. Seketika aku tersentak oleh suara itu.
“Kalau kalian tidak ada yang berani memarahi panitia, maka saya yang akan memarahi kalian!” perjelas Om Sus dengan suara lantang.
Akhirnya Edo memberanikan diri memarahi panitia namun tidak membentak. Mengungkapkan apa yang dirasa selama 3 hari ini. Disusul Andre, Dama, dan teman-teman yang lain. Aku hanya berdiam dibelakang dengan perasaan masih bingung. Tiba-tiba para exterminator turun untuk push up. Sudah lebih dari satu set. Limabelas, enambelas, tujuhbelas, delapanbelas….
“Sudah Kak… Sudah!”  Teriak kami dengan perasan kasihan.
Akhirnya mereka berdiri dan bertepuk tangan. Benar-benar tak seperti apa yang aku bayangkan.
“Saya mewakili panitia, meminta maaf atas apa yang kami lakukan 3 hari ini. Semua itu karena tuntutan tugas untuk melatih adik-adik semua” Ujar Kak Wawan.
Disambung dengan perkataan Om Irwan.
“Selamat... Calon Angkatan 24, kami akan menunggu kalian di pelantikan.”
Air mata tumpah seketika, membasahi pipiku dan teman-temanku. Kami saling berpelukan dan berusaha melebarkan senyuman bahagia.
“PALAPA JAYA...!” teriak kami dengan lantang.
Aku segera menghampiri Andre.
“Yes, akhirnya kita berhasil kelinci jelek. Jika kita bersama kita pasti bisa”
“Oh.. tentu. Kekompakan itu sangat perlu dalam menggapai sebuah tujuan”
Tiba-tiba darah keluar dari hidung Andre.
“Andre, hidungmu berdarah. Kamu kenapa? Wajahmu pucat sekali” Kataku sambil membersihkan darahnya dengan tissue.
“Alah paling cuma mimisan biasa. Aku nggak kenapa-kenapa kok” Andre berusaha meyakinkanku.
Acara sudah selesai kita bersiap-siap dan kembali pulang. Namun aku terus memandangi Andre yang wajahnya semakin pucat. Aku merasa ada yang tidak beres sama dia.
Satu jam berlalu kami sampai disekolah dan segera pulang kerumah masing-masing. Sampai di rumah aku meletakkan tas ranselku tiba-tiba ibu Andre menelpon.
“Assalamu’alaikum Dea”
“Wa’alaikumsallam tante, ada apa ya?”
“Andre De...” Suaranya terdengar seperti orang menangis
“Andre kenapa tante? Andre nggak kenapa-kenapa kan? Dia baik-baik saja kan?” Aku seketika panik
“Andre masuk rumah sakit  Dea, dia dalam keadaan kritis”
“Apa? Dirumah sakit mana tante?”
“Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo di ruang ICU”
“Saya segera kesana tante. Assalamu’alaikum”
“Wa’alaikumsalam”
Aku segera bersiap meuju ke rumah sakit itu. Aku naik motor sendirian dengan perasaan khawatir dengan keadaan Andre. Disepanjang perjalanan aku berharap untuk cepat santai agar bisa melihatnya.
Sekitar setengah jam aku sampai di rumah sakit. Aku mencari ruang ICU dan akhirnya ketemu. Aku segera membuka pintu dan disana sudah ada tante Mirna dengan Om Hendri yang terlihat sedih. Aku segera menghampiri mereka. Bertanya tentang keadaan Andre sekarang. Aku duduk di kursi dekat Andre. Kupandangi wajahnya yang pucat dan matanya yang kuning. Tak kuasa kuteteskan air mata melihat keadaannya. Tante Mirna mendekatiku dan berusaha menenangkanku. Aku bertanya tentang penyakit yang diderita Andre. Tante Mirna menjelaskan semuanya, Andre terkena penyakit kanker hati sejak dia SMP. Namun Andre melarang orangtuanya agar merahasiakan hal itu termasuk kepadaku. Aku semakin bertambah sedih mengetahui hal itu. Kenapa dia tidak pernah menceritakan bahwa dia menderita penyakit itu.
Tiba-tiba Andre kejang-kejang. Semua panik termasuk aku. Orangtua Andre segera memanggil dokter. Dokter dan suster-suster berhamburan memenuhi ruangan. Aku sangat khawatir dengan keadaan Andre , begitu juga kedua orangtuanya. Dokter memeriksa keadaan Andre dan beberapa menit kemudian suster menutup tubuh Andre dari kaki sampai dengan selimut. “innalillahiwainna Ilaihirojiun, maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin.” Kata Dokter. Semua orang larut dalam kesedihan seakan berat melepaskan sosok Andre. Tante Mirna mendekatiku dan berkata “Dulu Andre titip surat ini ke Tante. Katanya suruh ngasih ke kamu kalau dia sudah meninggalkan dunia ini untuk selamanya.” Sambil memberikan surat merah jambu bergambarkan mawar merah. Aku membawa surat itu ke koridor rumah sakit dekat taman. Senja ternyata sudah tiba, aku membuka surat itu.
Untuk Dea,
Assalamu’alaikum wr. Wb
Aku berharap kamu tersenyum saat membuka surat ini mawar kecilku. Walaupun kesedihan menyelimuti hatimu. Mungkin saat kamu baca surat ini, kamu sudah tahu mengenai hal itu. Maaf atas apa yang aku lakukan selama ini. Bukan maksudku tidak percaya denganmu tentang  penyakitku ini. Tapi aku tidak mau orang yang aku sayangi menangis memikirkanku, khawatir akan penyakitku dan membuatmu susah. Ingatkah kamu dengan puisi ini?
Kita adalah pengelana senja
Memburu sang kala merah menyala
Di ujung tapal batas magenta
Tak gentar akan sejuta bahaya
Meski harus melewati seribu samudra
Ya… itu adalah puisi yang kita buat bersama dan selalu kita ucapkan saat latihan maupun pendakian. Aku harap kamu tidak larut dalam kesedihan. Walaupun kamu berjuang dan menikmati kemenangan menjadi anggota PALAPA tanpaku, masih ada mereka yang setia menjadi teman terbakmu. Karena kita adalah satu keluarga, keluarga PALAPA. Ingat, bersama kita bisa.
Maafkan aku yang tidak bisa terus menjaga sampai akhir hidupmu. Mungkin ini yang terbaik dari Tuhan. Tetaplah menjadi mawar kecilku yang dulu. Yang selalu ceria, bersemangat, murah senyum dan berbagi untuk semua orang.
Aku sayang kamu Dea.
Wassalamu’alaikum Wr. wb
Andre.
Aku terus menangis setelah membaca surat ini. Seakan masih tak percaya bahwa Andre meninggalkanku untuk selama-lamanya. Aku teringat dengan bros mawar pemberian Andre. Ku keluarkan bros mawar itu dari sakuku. Kupandangi terus bros itu dan tak dapat kutahan air mata ini.
“Kelinci jelek, aku akan selalu menjadi mawar kecilmu. Yang selalu menghiasi hari-harimu dengan senyumanku. Walau kini kita telah berada dalam dimensi ruang yang berbeda. Aku akan selalu menjaga bros ini seperti aku menjaga persahabatan kita. Karena kamu sangat berharga untukku, teman dekat sekaligus sahabat terbaikku. Kamu lihat apa yang aku kenakan di pundakku? Slayer biru ini hasil kerja keras kita selama ini. Seharusnya kamu ada disini, bersamaku dan teman-teman. Bercanda bersama dan bersiap menyambut esok hari menyelamatkan bumi tercinta ini. Namun sayang Tuhan berkehendak lain. Aku harap kamu tenang di alam sana.”
Saat kutatap langit senja, kulihat bayangan Andre tersenyum manis kepadaku. Seakan-akan dia bahagia melihat keadaanku sekarang. Siluet itu perlahan-lahan menghilang seiring senja menawan yang telah berganti malam kelabu.   
Semenjak kematian Andre, aku selalu memakai bros mawar merah pemberian Andre. Kerinduan terhadap Andre selalu datang disetiap hari yang kulalui. Aku berusaha untuk selalu tersenyum walau sebenarnya hanya kesedihan yang ada. Karena aku yakin, Kelinci jelek akan selalu ada untuk mawar kecilnya. Tersenyum di alam sana melihat mawar kecilnya yang tegar dan selalu tersenyum menerjang ombak kesedihan.

For me formidable

You are the one for me, for me, for me, formidable
You are my love very, very, very, véritable
Et je voudrais pouvoir un jour enfin te le dire
Te l’ écrire
Dans la langue de Shakespeare
My daisy, daisy, daisy, désirable
Je suis malheureux d’ avoir si peu de mots
À t’offrir en cadeaux
Darling I love you, love you, darling I want you
Et puis c’ est à peu près tout
You are the one for me, for me, for me, formidable
You are the one for me, for me, for me, formidable
But how can you
See me, see me, see me, si minable
Je ferais mieux d’aller choisir mon vocabulaire
Pour te plaire
Dans la langue de Molière
Toi, tes eyes, ton nose, tes lips adorables
Tu n’as pas compris tant pis
Ne t’en fais pas et viens-t-en dans mes bras
Darling I love you, love you,
Darling, I want you
Et puis le reste on s’en fout
You are the one for me, for me, for me, formidable
Je me demande même
Pourquoi je t’aime
Toi qui te moques de moi et de tout
Avec ton air canaille, canaille, canaille
How can I love you

24 membres de l'armée PARESMAPA

Nama                            : Angga Tri Himawan
Tempat/Tgl lahir               : Pati, 21-04-1996
 Alamat                                  : Ds. Tambaharjo RT 08/01 No. 240 Pati
 Gol. Darah                           :
  Agama                                  : Islam


Nama                                    :  Sri Yana Pradipda
Tempat/Tgl lahir               :  Pati, 23 januari 1996
Alamat                                  :  Perum. Dua Kelinci RT5 RW III
Gol. Darah                           :  A
Agama                                  : Islam



Nama                                    : Aldo Teguh Wardoyo
Tempat/Tgl lahir               : Pati, 15 Januari 1996
Alamat                                  : Ds. Growing Kidul Rt 04/Rw IV, Juwana
Gol. Darah                           : O
Agama                                  :Kristen


 Nama                                    : Eduardus Antoni Styawan
Tempat/Tgl lahir               : Wonogiri, 07 Juli 1996
Alamat                                  : Perum. Griya Kencana 2 Jl. Akasia I No. 25
Gol. Darah                           : A
Agama                                  : Katholik


Nama                                    : Silvarian Ardi Pratama
Tempat/Tgl lahir               : Pati, 25 Agustus 1997
Alamat                                  : Perum. Winong Rt 4/Rw IV
Gol. Darah                           : O
Agama                                  : Islam


Nama                                    : Nabila Dewi N.
Tempat/Tgl lahir              : Pati, 12 Mei 1996
 Alamat                                 : Perumnas Khutoharjo Jln. Arjuna IV No. 17
Gol. Darah                           : B
 Agama                                  : Islam



Nama                                    : Danny Widodo Uji Prakoso
Tempat/Tgl lahir               : Pati, 25 November 1996
Alamat                                  : Ds. Karangmulyo RT 03 RW II, Tambakromo, Pati
Gol. Darah                           : -
Agama                                  : Islam




Nama                                    : Nadya Churin’ien Taufiq
Tempat/Tgl lahir               : Pati, 12 November 1996
Alamat                                  : Alasdowo 01/01-Dukuhseti
Gol. Darah                           : O
Agama                                  : Islam



Nama                                    : Lina Fitri Dhamayanti
Tempat/Tgl lahir               : Pati, 31 Januari 1997
Alamat                                  : Jl. Mangkudipura Rt 3 Rw I Ds. Bakaran Wetan, Juwana
Gol. Darah                           : -
Agama                                  : Islam


Nama                                    : Novita Arlika Rahmayanti
Tempat/Tgl lahir               : Jepara, 16 November 1996
Alamat                                  : Jl. Panglima Sudirman 10 F, Puri, Pati
Gol. Darah                           : O
Agama                                  : Islam




 

Nama                                    :  Wahyu Lintang S.
Tempat/Tgl lahir               : Pati, 13 Mei 1996
Alamat                                  : Ds. Randukuning RT2 RW3                                   
Gol. Darah                           : B
Agama                                  : Islam


Nama                                    : Raffi Maytriadhi
Tempat/Tgl lahir               : Pati, 02 Mei 1996
Alamat                                  : Jl. Achmad Yani No 05, Pati
Gol. Darah                           : A
Agama                                  : Islam


Nama                                    : Bagaskoro Cahyo Laksono
Tempat/Tgl lahir               : Pati, 14 Mei 1997
Alamat                                  : Ngablak Rt1 Rw 9 Cluwak, Pati
Gol. Darah                           : -
Agama                                  : Islam


Nama                                    : Ginanjar Hamid W.
Tempat/Tgl lahir               : Pati, 5 Maret 1996
Alamat                                  : Jl. Njelawangraya Rt 01 Rw III sekarkurung
Gol. Darah                           : -
Agama                                  : Islam




Nama                                    : Nurul Ghoutsiyah K.
Tempat/Tgl lahir               : Pati, 27 November 1996
Alamat                                  : Ds. Puncakwangi Rt 02 Rw 02 Puncakwangi, Pati
Gol. Darah                           : -
Agama                                  : Islam


Nama                                    : Ghifar Cahya Agung
Tempat/Tgl lahir               : Denpasar, 21 April 1996
Alamat                                  : Jl. Sunan Kalijaga No. 425, Pati
Gol. Darah                           : -
Agama                                  : Islam


Nama                                    : Sri Hartanto Aji Sasongko
Tempat/Tgl lahir               : Pati, 2 Maret 1996
Alamat                                  : Desa Ngurenrejo, Wedarijaksa, Pati
Gol. Darah                           : -
Agama                                  : Islam


Nama                                    : Elfa Kurnia Pratama
Tempat, Tanggal Lahir    :Pati, 30 Agustus 1996
Alamat                                  :Jl.Penjawi RT 12 RW 03, Randukuning, Pati
Gol. Darah                           : O
Agama                                 : ISLAM




Nama                                    : Setyo Aji Wibowo
Tempat/Tgl lahir               : Pati, 27 Februari 1996
Alamat                                  : Dsa Winong RT 24 / RW 03 Pati, Jawa Tengah
Gol. Darah                           : -
Agama                                  : Islam



Nama                                    : Devi Rahmawati Salmaa
Tempat/Tgl lahir               : Salatiga, 19 September 1996
Alamat                                  : Jalan Panglima Sudirman gang 1 No 3 puri pati
Gol. Darah                           : O
Agama                                  : Islam


Nama                                    : Ririn Andriyani
Tempat/Tgl lahir               : Pati, 09 Februari 1996
Alamat                                  : Rogowangsan rt 03 rw 02
Gol. Darah                           : B
Agama                                  : Islam




Nama                                    : Nurul Istiqomah Nafi'annisa
Tempat/Tgl lahir               : Pati, 15 Juni 1997
Alamat                                  : Jln.Penjawi No.335 Pati
Gol. Darah                           : B
Agama                                  : Islam